Kenapa kita bisa merasa sakit saat dicubit? 14 Juli 2026 Kita bisa merasa sakit saat dicubit karena adanya reaksi dari sistem saraf dan otot-otot di dalam tubuh. Ketika kulit kita dicubit, tekanan pada kulit menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit dan otot-otot di bawahnya. Kerusakan ini memicu pelepasan sinyal kimia yang disebut neurotransmitter, seperti asetilkolin dan substansi P, yang berperan sebagai pembawa sinyal nyeri. Sinyal kimia ini kemudian memicu reaksi pada ujung-ujung saraf yang terdapat di kulit, yang disebut nociceptor. Nociceptor adalah reseptor khusus yang dirancang untuk mendeteksi stimulus yang berpotensi menyebabkan cedera, seperti panas, dingin, tekanan, atau kimia. Ketika nociceptor mendeteksi sinyal kimia yang dilepaskan akibat cubitan, mereka mengirimkan sinyal listrik ke sumsum tulang belakang dan otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai rasa sakit. Proses ini terjadi sangat cepat, sehingga kita dapat merasakan sakit secara instan setelah dicubit. Selain itu, reaksi otot-otot di sekitar area yang dicubit juga dapat memperburuk rasa sakit, karena otot-otot tersebut dapat berkontraksi sebagai respons terhadap tekanan. Kontraksi otot-otot ini dapat meningkatkan tekanan pada jaringan kulit dan otot-otot di bawahnya, sehingga memperburuk rasa sakit. Dalam beberapa kasus, rasa sakit yang dirasakan saat dicubit juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti kepekaan individu, kondisi emosi, dan pengalaman sebelumnya. Namun, secara umum, reaksi sistem saraf dan otot-otot di dalam tubuh adalah penyebab utama kita dapat merasa sakit saat dicubit.