Jika semua partikel di alam semesta ini kosong, mengapa kita bisa menyentuh benda?
Pertanyaan ini sebenarnya mengacu pada konsep dasar fisika tentang struktur materi dan interaksi antar partikel. Meskipun partikel-partikel dasar seperti atom dan subatomik (seperti elektron, proton, dan neutron) memiliki ukuran yang sangat kecil dan sebagian besar terdiri dari ruang kosong, kita masih bisa menyentuh dan merasakan benda-benda di sekitar kita. Ini karena interaksi antar partikel dan gaya-gaya yang bekerja pada tingkat atomik dan molekuler.
Pada tingkat atom, atom terdiri dari inti yang sangat kecil yang dikelilingi oleh elektron-elektron yang bergerak mengelilinginya. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan neutron yang terkemas sangat rapat, tetapi bahkan di dalam inti, masih ada ruang kosong yang signifikan. Namun, ketika kita berbicara tentang benda-benda makroskopik yang bisa kita sentuh, kita berhadapan dengan kumpulan besar atom yang terikat bersama dalam struktur molekul.
Ketika kita menyentuh sebuah benda, apa yang sebenarnya terjadi adalah interaksi antara elektron-elektron di lapisan terluar atom-atom di permukaan benda tersebut dengan elektron-elektron di ujung jari kita. Elektron-elektron ini memiliki muatan negatif dan mengikuti prinsip penolakan muatan yang sama, sehingga ketika dua benda mendekati satu sama lain, elektron-elektron di permukaan benda-benda tersebut akan saling menolak. Ini menyebabkan apa yang kita rasakan sebagai "sentuhan" atau resistensi ketika kita mencoba menyentuh atau menekan sebuah benda.
Selain itu, pada tingkat molekuler, benda-benda memiliki struktur tiga dimensi yang dibentuk oleh ikatan kimia antar atom. Ikatan-ikatan ini memberikan kekuatan dan kekakuan pada benda, sehingga benda bisa mempertahankan bentuk dan strukturannya. Ketika kita menyentuh sebuah benda, kita sebenarnya berinteraksi dengan struktur molekuler ini, yang menyebabkan kita bisa merasakan tekstur, kekerasan, dan sifat-sifat lain dari benda tersebut.
Jadi, meskipun partikel-partikel dasar di alam semesta sebagian besar terdiri dari ruang kosong, interaksi antar partikel dan gaya-gaya yang bekerja pada tingkat atomik dan molekuler memungkinkan kita untuk menyentuh dan merasakan benda-benda di sekitar kita. Ini adalah contoh menarik tentang bagaimana sifat-sifat makroskopik benda-benda yang kita lihat dan rasakan sehari-hari muncul dari interaksi dan organisasi partikel-partikel dasar yang sangat kecil.