Jika di udara ada Nitrogen 78%, kenapa tanaman masih membutuhkannya? 25 September 2026 Nitrogen memang merupakan komponen utama di atmosfer bumi, dengan konsentrasi sekitar 78%. Namun, nitrogen di atmosfer berbentuk nitrogen gas (N2), yang tidak dapat digunakan langsung oleh tanaman. Hal ini disebabkan oleh ikatan kimia yang kuat antara atom nitrogen, sehingga tanaman tidak dapat memecahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan. Tanaman membutuhkan nitrogen dalam bentuk yang lebih reaktif, seperti nitrat (NO3-) atau amonium (NH4+), untuk melakukan proses fotosintesis, pertumbuhan, dan perkembangan. Nitrat dan amonium dapat diserap oleh akar tanaman dan digunakan untuk sintesis asam amino, protein, dan molekul lain yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Proses konversi nitrogen gas (N2) menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman disebut fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen dapat terjadi melalui beberapa mekanisme, seperti fiksasi nitrogen oleh bakteri yang hidup di tanah, fiksasi nitrogen oleh kilat, atau fiksasi nitrogen oleh proses industri. Bakteri yang hidup di tanah, seperti Rhizobia, dapat memecah nitrogen gas (N2) menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman. Bakteri ini hidup di simbiosis dengan tanaman legum, seperti kacang-kacangan, dan dapat mengubah nitrogen gas menjadi nitrat atau amonium yang dapat diserap oleh tanaman. Selain itu, proses fiksasi nitrogen juga dapat terjadi melalui proses industri, seperti produksi pupuk nitrogen. Pupuk nitrogen dapat berupa nitrat, amonium, atau urea, yang dapat diserap oleh tanaman dan digunakan untuk pertumbuhan. Jadi, meskipun nitrogen gas (N2) melimpah di atmosfer, tanaman masih membutuhkan nitrogen dalam bentuk yang lebih reaktif, seperti nitrat atau amonium, untuk melakukan proses fotosintesis dan pertumbuhan. Oleh karena itu, tanaman masih membutuhkan nitrogen, meskipun nitrogen gas (N2) ada di udara.