Apa itu fajar? 13 Juli 2026 Fajar adalah periode waktu di pagi hari ketika langit mulai terang sebelum matahari terbit. Ini adalah transisi dari malam ke siang, di mana cahaya matahari mulai menyinari atmosfer bumi, meskipun matahari itu sendiri belum terlihat di atas cakrawala. Fajar biasanya ditandai dengan perubahan warna langit, dari gelap ke merah, oranye, dan akhirnya biru, sebelum matahari muncul di cakrawala. Selama fajar, cahaya matahari masih melewati atmosfer bumi dengan sudut yang sangat rendah, sehingga cahaya tersebut harus menempuh jarak yang lebih jauh melalui atmosfer sebelum mencapai mata pengamat. Ini menyebabkan cahaya matahari tersebut mengalami hamburan lebih banyak oleh partikel-partikel kecil di atmosfer, seperti molekul udara dan debu, yang memilih untuk menghamburkan cahaya berwarna biru lebih banyak daripada cahaya berwarna merah. Akibatnya, langit sering terlihat berwarna merah atau oranye selama fajar. Fajar dapat dibagi menjadi beberapa tahap, termasuk fajar astronomis, fajar nautikal, dan fajar sipil. Fajar astronomis adalah awal dari fajar, ketika cahaya matahari pertama kali mulai terlihat di langit, biasanya sekitar 1-2 jam sebelum matahari terbit. Fajar nautikal terjadi ketika cahaya matahari cukup terang untuk memungkinkan navigasi di laut, biasanya sekitar 30-60 menit sebelum matahari terbit. Fajar sipil adalah tahap terakhir dari fajar, ketika cahaya matahari sudah cukup terang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, biasanya sekitar 15-30 menit sebelum matahari terbit. Dalam banyak budaya, fajar dianggap sebagai waktu yang sakral atau spiritual, dan sering dikaitkan dengan harapan, kebaruhan, dan permulaan baru. Banyak orang menikmati menonton fajar karena keindahan alam yang ditampilkan selama periode ini, dan beberapa bahkan memiliki tradisi atau ritual khusus untuk menyambut fajar. Secara ilmiah, fajar juga menarik karena memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari atmosfer bumi dan proses-proses yang terjadi selama transisi dari malam ke siang.