Apa dan kapan Zaman Es? 14 Juli 2026 Zaman Es, adalah periode geologi di mana suhu global Bumi turun secara signifikan, menyebabkan pembentukan lapisan es yang luas di kutub-kutub dan daerah-daerah yang lebih dingin di Bumi. Selama Jaman Es, sebagian besar air di Bumi terkunci dalam bentuk es, sehingga menyebabkan permukaan laut turun secara signifikan. Jaman Es terjadi beberapa kali dalam sejarah Bumi, tetapi yang paling terkenal adalah Jaman Es terakhir, yang dikenal sebagai Pleistosen, yang berlangsung dari sekitar 110.000 tahun yang lalu hingga 10.000 tahun yang lalu. Selama periode ini, sebagian besar Eropa, Asia, dan Amerika Utara tertutup oleh lapisan es yang tebal, dan suhu global rata-rata turun sekitar 5-6 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu saat ini. Jaman Es Pleistosen dapat dibagi menjadi beberapa periode, termasuk glasial (zaman es) dan interglasial (zaman antara es). Glasial adalah periode di mana lapisan es membesar dan suhu global turun, sedangkan interglasial adalah periode di mana lapisan es menyusut dan suhu global naik. Periode glasial terakhir, yang dikenal sebagai Glasial Wisconsian, berlangsung dari sekitar 25.000 tahun yang lalu hingga 10.000 tahun yang lalu. Penyebab Jaman Es masih menjadi topik perdebatan di kalangan ilmuwan, tetapi beberapa teori yang paling populer adalah perubahan orbit Bumi, perubahan aktivitas matahari, dan perubahan komposisi atmosfer. Perubahan orbit Bumi, misalnya, dapat mempengaruhi jumlah radiasi matahari yang diterima Bumi, sehingga mempengaruhi suhu global. Perubahan aktivitas matahari juga dapat mempengaruhi suhu global, karena radiasi matahari yang lebih rendah dapat menyebabkan suhu global turun. Jaman Es memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan dan kehidupan di Bumi. Selama Jaman Es, banyak spesies hewan dan tumbuhan yang tidak dapat bertahan hidup di daerah-daerah yang tertutup es, sehingga menyebabkan kepunahan massal. Namun, Jaman Es juga memungkinkan evolusi spesies-spesies yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang dingin, seperti mammoth dan manusia purba. Jaman Es juga mempengaruhi bentuk geologi Bumi, karena lapisan es yang tebal dapat mengikis dan membentuk lanskap baru. Dalam beberapa dekade terakhir, ilmuwan telah mempelajari Jaman Es dengan lebih intensif, menggunakan teknik-teknik seperti penanggalan radiokarbon, analisis inti es, dan simulasi komputer. Penelitian ini telah membantu kita memahami lebih baik tentang penyebab dan dampak Jaman Es, serta bagaimana Jaman Es mempengaruhi kehidupan di Bumi. Namun, masih banyak yang belum kita ketahui tentang Jaman Es, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami fenomena ini secara lebih lengkap.